Halaman

12.04.2014

modif creambath dan eval

MODIFIKASI FORMULA
Ø  Modifikasi dilakukan terhadap formula standar

Bahan-bahan tambahan yang akan diganti / ditambahkan / diubah konsentrasi
1.      Penggantian Cutavit Richter dan Soya Lecithin dengan Bahan Alam
Alasan:
·         Bahan tersebut di atas sulit untuk diperoleh
·         Bahan alam lebih efektif digunakan sebagai bahan aktif karena memiliki banyak kandungan bermanfaat yang dapat menutrisi rambut atau kulit rambut. Bahan alam memiliki lebih dari satu komponen bermanfaat (Korac and Khambholja, 2011).
·         Komponen kimia atau sintetik tersebut terkadang memiliki efek toksik dan mengiritasi pada kulit sedangkan produk dengan komponen alami dirasa lebih aman untuk digunakan karena tidak berbahaya dan tidak menimbulkan iritasi pada penggunaannya (Korac and Khambholja, 2011)

2.      Penambahan Ekstrak Stroberi
Alasan :
·         Strawberry merupakan buah-buahan yang kaya akan senyawa berkhasiat yang memiliki berbagai manfaat untuk rambut
·         Stawberry kaya akan asam folat yang dapat memperbaiki sel-sel dalam tubuh sehingga dapat mempercepat pertumbuhan dan perbaikan sel-sel rambut. (Lampiran 1)
·         Asam folat juga dapat memberikan efek rambut terlihat lebih terlihat berkilau. (Lampiran 1)
·         Buah strawberry merupakan salah satu buah yang kaya akan kandungan antioksidan yang dapat memberikan perlindungan bagi membrane sel pada kulit kepala dan  mencegah membentukan lapisan hidrofobik pada permukaan kulit kepala. (Lampiran 2)
·         Kandungan ellagic acid dari strawberry juga dapat mencegah penipisan dan kerontokan pada rambut serta dapat memberikan efek melembutkan pada rambut. Kandungan lain di dalam strawberry seperti folat dan vitamin B6 dapat mengatasi kerotokan dan masalah pada kulit kepala (Lampiran 2)
·         Buah Strawberry juga kaya akan vitamin B seperti  biotin, inositol vit.B5 dan B6 yang dapat mencegah kerontokan rambut dan kandungan mineral lain yang dapat mencegah pertumbuhan jamur pda kulit kepala (Lampiran 3 dan 4)
Konsentrasi : 4,7%
Alasan :
·         Asam folat yang diperlukan untuk mendapatkan rambut indah dan sehat sebanyak 400microgram (Lampiran 1)
·         Kandungan asam folat dalam buat strawberry sebanyak 70microgram/ 100 gram buah strawberry segar sehingga dibutuhkan 571,4 g buah strawberry segar untuk memenuhi kebutuhan asam folat per harinya (Lampiran 1)
·         Pada praktikum ini digunakan ekstrak kering buah strawberry, sehingga hanya diperlukan 57,14 gram ekstrak strawberry untuk memenuhi kebutuhan asam folat. à konsentrasi terlalu besar sehingga tidak digunakan sebagai acuan
·         Kandungan ellagic acid pada strawberry adalah sebesar 487,2 - 1065,2 µgram/100gram  (Nowak, 2006) à rata-rata 776,2
·         Pada penelitian terdahulu ellagic acid (murni ) dengan konsentrasi 0,5µg/mL dapat memberikan efek conditioning pada rambut pada hewan percobaan babi ( lampiran 5)
·         Ekstrak buah strawberry yang dibutuhkan :

3.      Penambahan Ekstrak Coklat
Alasan:
·         Coklat dapat membantu memperlancar sirkuasi darah pada kulit kepala sehingga meningkatkan pertumbuhan dan mencegah kerontokan rambut serta dapat meningkatkan kesehatan dari rambut panjang sehingga menjadi lebih bersinar dan tebal dan memiliki efek anti inflamasi sehingga dapat meminimalkan infeksi pada kulit kepala (Lampiran 6)
·         Dark chocolate memiliki kandungan >70% cocoa yang bermanfaat untuk mencegah kerontokan, melembutkan raambut dan menstimulasi kulit kepala agar mempercepat pertumbuhan rambut. Selain itu dark chocolate dapat memperlancar aliran oksigen dan darah pada kulit kepala sehingga meningkatkan kesehatan dan kekuatan rambut. (lampiran 6).
·         Cokelat merupakan buah yang kaya akan senyawa antioksidan yang dapat mencegah kerusakan rambut yang membuat rambut tampak kusam, rontok dan tidak bervolume, dan kasar. Cokelat juga dapat memberikan efek lembut dan membuat rambut tampak bersinar serta meningkatkan elastisitas rambut agar tidak mudah patah (lampiran 7)
·         Kandungan vitamin dan mineral di dalam coklat seperti vitamin A yang berguna sebagai antioksidan, yang dapat memberikan efek terhadap ketebalan, kekuatan dari rambut, riboflavin/ vit.B2 untuk pertumbuhan, tiamin /vit.B1 akan memberikan efek bersinar dan kekuatan, pertumbuhan. Selain itu kandungan Kalium dapat merangsang pertumbuhan, Fosfor berfungsi untuk mencegah rambut rontok serta Magnesium memberikan kekuatan dan pertumbuhan pada rambut (Lampiran 8)
Konsentrasi: 10%
Alasan :
·         Berdasarkan resep tradisional digunakan cocoa powder sebanyak 2-3 sendok makan (Lampiran 8,9) à ± 10 gram
·         Digunakan setengah resep karena terdapat penggunaan shampoo berbahan coklat pula
·         Perkiraan penggunaan sediaan creambath (1x) = ±100gram
 x 100% = 10%

4.      Penggantian Castor oil dan vegetable oil dengan olive oil
Alasan:
·         Castor oil berbau kurang sedap
·         Memiliki efek menumbuhkan rambut namun tidak seefektif olive oil yang memiliki manfaat lebih banyak

5.      Penambahan Olive Oil
Alasan:
·         Olive oil memiliki berbagai keuntungan yaitu (1)mencegah produksi hormon DTH sehingga dapat mencega rambut rontok; (2)olive oil memiliki kandungan antioksidan yang dapat mengurangi kerusakan pada rambut yang disebabkan oleh perlakuan pada rambut; (3)dapat membuat kulit tampak lembut dan bersinar; (4)dapat membuat rambut lebih sehat dengan bebas dari fungi serta bakteri; (5)meningkatkan sirkulasi darah pada kepala yang dapat menstimulasi folikel rambut sehingga membuat pertumbuhan rambut lebih tebal (Lampiran 10).
Konsentrasi terpilih: 10%
Alasan:
·         Konsentrasi lazim dari penggunaan olive oil. Konsentrasi tersebut untuk menggantikan konsentrasi dari castor oil dan vegetable oil

IV.              BENTUK SEDIAAN DASAR
a.       Bentuk               : Krim
b.      Definisi              : Krim adalah bentuk sediaan setengah padat mengandung satu atau
lebih bahan obat terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai. Istilah ini secara tradisional telah digunakan untuk sediaan setengah padat yang mempunyai konsistensi relative cair diformulasikan sebagai emulsi air dalam minyak atau minyak dalam air. Sekarang ini batasan tersebut lebih diarahkan untuk produk yang terdiri dari emulsi minyak dalam air atau disperse mikrokristal asam-asam lemak atau alkohol berantai panjang dalam air, yang dapat dicuci dengan air dan lebih ditujukan untuk penggunaan kosmetika dan estetika (Departemen Kesehatan RI, 1995).
c.         Persyaratan          : Krim yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan, yaitu mudah
dioleskan dan merata pada kulit, mudah dicuci bersih dari daerah lekatan, tidak menodai pakaian, tidak berbau tengik, bebas dari partikel keras dan tajam, tidak mengiritasi kulit, dan tempat penyimpanannya harus sesuai dengan sifat krim yang dibuat (Wilkinson, 1982).


V.                 BENTUK SEDIAAN KOSMETIK TERPILIH
a.       Bentuk               : Krim creambath
b.      Definisi              : Sediaan yang dapat memperbaiki kerusakan serta melindungi rambut
pada lapisan kutikula, namun tidak mencapai korteks (Melia, 2013), sediaan yang dapat merangsang kulit kepala dan folikel rambut dan lembut dan memperkuat helai rambut.
c.       Tujuan                : menjaga dan meningkatkan kesehatan rambut dengan cara
memberikan vitamin untuk rambut , membuat kulit kepala relaks, karena pijatan yang diberikan saat mengaplikasikan krim-nya (Melia, 2013). Membuat rambut berkilap (shiny), mencegah kebotakan pada pria.
d.      Persyaratan         :
1.      Tidak mengiritasi mata ataupun kulit
2.      Mudah berpenetrasi ke dalam kulit kepala
3.      Tercucikan oleh air karena pada pembilasannya tidak menggunakan shampoo melainkan hanya air saja
4.      Menyebabkan rambut menjadi lebih sehat (berkilau, tidak rusak, lebih kuat)

IV.              RANCANGAN CARA PEMBUATAN
1.      Basis.
a.       Preparasi fase minyak 1
1.      Ditimbang wool fat sebanyak 7,5 gram.
2.      Diukur air sebanyak 2,5 ml.
3.      Dicampur dalam cawan porselen dan diaduk hingga berwarna putih

b.      Preparasi fase minyak 2
1.      Ditimbang cetearyl alcohol sebanyak 54 gram.
2.      Ditimbang spermaceti sebanyak 10 gram.
3.      Dicampur wool fat, cetearyl alcohol, dan spermaceti dalam satu cawan kemudian ditunggu hingga meleleh di atas water bath.

c.       Preparasi fase minyak 3
1.      Ditimbang olive oil sebanyak 50 gram.
2.      Ditimbang isopropil miristat sebanyak 30 gram.
3.      Dicampur isopropil miristat dan olive oil dalam satu cawan dan dipanaskan di atas water bath.

d.      Preparasi Fase Air 1
1.      Ditimbang Nipagin 0,9 gram dan Nipasol 0.1 gram menggunakan kertas perkamen.
2.      Ditimbang Sodium cetearyl sulphate sebanyak 6 gram.
3.      Nipagin, nipasol, dan Sodium cetearyl sulphate dilarutkan dalam sorbitol sebanyak 25 gram.
4.      Larutan tersebut kemudian dipanaskan dalam beker di atas water bath.

e.       Preparasi fase air 2
1.      Diukur air sebanyak 174 ml kemudian dipanaskan di atas water bath

f.       Preparasi bahan aktif
1.      Ekstrak kering stroberi ditimbang sebanyak 30 gram.
2.      Bubuk coklat ditimbang sebanyak 50 gram.
3.      Ekstrak kering stroberi dan bubuk coklat dicampur hingga homogen kemudian dilarutkan dalam air panas sebanyak 60 ml.

2.      Pembuatan Krim
a.       Disiapkan mortir panas (diberi sedikit alkohol lalu dibakar dengan api)
b.      Fase air 1 dan 2 dimasukkan ke dalam mortar panas kemudian dicampur dengan fase minyak 2 dan 3.
c.       Digerus kuat hingga mortar agak dingin
d.      Kemudian dimasukkan bahan aktif yang telah dilarutka
e.       Diaduk hingga sediaan membentuk massa krim
f.       Dimasukkan krim ke dalam pot dan dievaluasi.
g.       Diberi etiket, dos dan label yang sesuai.


a.       Pengamatan Organoleptis
Pemeriksaan organoleptis dilakukan dengan mengamati warna, bentuk luar, dan bau dari sediaan krim. Cara mengetahui bentuk penampakan krim (opaque / translucent) adalah dengan menggunakan dua gelas arloji datar kemudian meratakan sejumlah sediaan dengan gelas arloji tersebut. Sediaan yang terdapat di gelas arloji diterawang dengan menggunakan lampu atau senter.
b.      Pemeriksaan pH
Untuk melakukan pemeriksaan pH, pH meter terlebih dahulu dikalibrasi dengan menggunakan larutan dapar standar netral (pH 7,01) dan larutan dapar pH asam (pH 4,01) hingga alat menunjukkan harga pH tersebut. Kemudiaan elektroda dicuci dengan air suling, lalu dikeringkan dengan tissue. 1 gram sediaan di tambahkan dengan air 9 ml kemudian diaduk merata. Amati nilai Ph dengan menggunakan ph meter (Helen et al., 2011)


c.       Pengujian Homogenitas
Pengujian homogenitas dilakukan dengan mengoleskan sejumlah tertentu sediaan pada sekeping kaca atau bahan transparan lain yang cocok. Krim dikatakan homogen bila susunan partikel-partikel tidak ada yang menggumpal atau tidak tercampur (Departemen Kesehatan RI, 1979).

Kriteria
Penilaian
+++
Sangat homogen
++
Kurang homogen
+
Tidak homogen

d.      Pengujian Viskositas
Pengujian viskositas dilakukan dengan menggunakan rotary brookfield viscometer, dengan cara memasukkan sebanyak 250 ml sediaan pada gelas piala, kemudian memasang spindel yang sesuai dengan sediaan. Spindel dicelupkan ke dalam sediaan kemudian alat dinyalakan dan mencatat hasil yang diperoleh (Remington, 1995).

e.       Pengujian Daya Sebar
Pengujian daya sebar dilakukan dengan cara sejumlah 0,5 gram sediaan diletakkan dengan hati-hati di atas kertas grafik yang telah dilapisi kaca transparan, kemudian dibiarkan sesaat (kurang lebih 15 detik). Luas daerah yang diberikan oleh sediaan dihitung, kemudian ditutup lagi dengan lempengan kaca yang diberi beban 5 gram dan dibiarkan selama 60 detik.Kemudian luas yang diberikan oleh sediaan dihitung dan dicatat (Voigt, 1995).

Kriteria
Penilaian
Keterangan
+++
≥ 5 cm
Sangat mudah menyebar
++
3-5 cm
Mudah menyebar
+
≤ 3 cm
Tidak menyebar

f.          Pengujian Daya Lekat
Pengujian daya lekat dilakukan dengan cara mengambil sejumlah 0,1 gram sediaan kemudian diletakkan pada ibu jari dan telunjuk, dihitung ketinggian pelekatan sediaan di antara telunjuk dan ibu jari.
Kriteria
Penilaian
Keterangan
+++
Sangat lekat
≥ 1cm
++
Kurang lekat
0.5 – 1cm
+
Tidak lekat
≤ 0.5cm

g.       Pengujian Daya Tercucikan Air
Pengujian daya tercucikan air dilakukan dengan cara sejumlah 1 g krim dioleskan pada telapak tangan kemudian dicuci dengan sejumlah volume air sambil membilas tangan.

Kriteria
Penilaian
Keterangan
+++
≤ 30 s
Sangat mudah tercucikan air
++
30 s – 1 mnt
Mudah tercucikan air
+
≥ 1 mnt
Tidak tercucikan air



h.      Pengujian tipe emulsi
Pengujian tipe emulsi bisa dilakukan dengan 2 metode yaitu: metode pengenceran dan metode dispersi zat warna (Pakki et al, 2009)
Metode pengenceran, krim yang jadi dimasukkan ke dalam vial, kemudian diencerkan de-ngan air. Jika emulsi dapat diencerkan maka tipe emulsi adalah tipe m/a (Pakki et al, 2009). Sementara untuk metode dispersi zat warna, emulsi yang dibuat dimasukkan ke dalam vial, kemudian ditetesi de-ngan beberapa tetes larutan biru metilen. Jika warna biru segera terdispersi ke seluruh emulsi maka tipe emulsinya adalah tipe m/a (Pakki et al, 2009).

Kriteria
Penilaian
Emulsi m/a
Dapat diencerkan dengan air
Emulsi a/m
Tidak dapat diencerkan dengan air (terpisah)

i.        Pengujian distribusi ukuran partikel
Pengukuran distribusi ukuran partikel dilakukan denganmemakai alat mikroskop yang dilengkapi dengan mikrometer okuler. Caranya adalahdengan menimbang 0,1 gram krim kemudian diencerkan dengan air suling sampai1 ml diambil sedikit hasil pengenceran tersebut dan diteteskan pada kaca objek, laludilakukan pengukuran partikel sampai dengan 500 partikel (Lachman, dkk,1994). Distribusi ukuran partikel yang baik dan stabil secara fisik adalah 1-50 µm (Yenti et al, 2011).

j.        Uji stabilitas
Sediaan diletakkan pada wadah yang dibiarkan dalam ruangan terkondisi 45 C dan kelembapan 75%. Sesudah 1 bulan diamati penampilan dan kestabilan fisika dari sediaan (Kuman and Mali, 2010)

k.      efektivitas
5 gram sediaan dioleskan pada rambut (rambut dapat diperoleh daari salon dan sudah dipisahkan dari rambut putih) yang telah diambil dan dibentuk ikatan dengan diameter kurang lebih 1,5 cm dan panjang 25 cm. bagian rambut dibagi, menjadi bagian yang terkena produk dan tidak agar bisa dibandingkan. Sesudah digunakan biarkan 15 menit kemudian cuci dengan air. Setiap panelis harus ditreatment 8x selama 2 hari. Kemudian diamati kelembutan, kilau, kekuatan, morfologi rambut (Helen et al., 2011)
l.        Kelembutan:
Dilakukan pada panelis terlatih, dan penilaian diberikan melalui criteria yang ada. Uji ini harus dilakukan pada rambut yang hasil uji awalnya sebelum diberikan produk, adalah kasar.
Kriteria
Peniliaian
++
Rambut menjadi lebih lembut
+
Rambut kasar

m.    Kilau rambut
Dengan bantuan panelis, dilihat pada rambut yang telah kering kemudian ditreatment. Amati hasil rambut dengan criteria penilaian.

Kriteria
Peniliaian
++
Rambut menjadi berkilau
+
Rambut kusam

n.      Kekuatan rambut:
Rambut yang sudah ditreatment diamati menggunakan alat hair strength autograph.

o.      Morfologi rambut
Rambut yang sudah ditreatment diamati dengan SEM. Rambut yang digunakan harus merupakan rambut yang ada kerusakan sebelumnya kemudian diberi produk dan diamati apakah rambut mengalami peningkatan hasil atau tidak

p.      Uji iritasi kulit
Diuji pada 6 orang. Produk digunakan pada kulit yang terletak dibelakang telinga, ditutup dengan pads selama 24 jam kemudian diamati apakah terjadi kemerahan atau tidak.
q.      Iritasi pada mata
Metode: Draize and Kelly test
arutan sediaan 1%, dioleskan pada conjungtiva pada salah satu mata kelinci. Mata sebelahnya berfungsi sebagai control. Bila sudah diamti perubahan yang terjadi. Digunakan Lukas air untuk mengobati mata kelinci yang telah diuji.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar